Archive for February, 2007

Tentang Beberapa Kepergian

Friday, February 23rd, 2007

Beberapa siswa bertanya tentang kepergian beberapa guru dari sekolah ini. Mereka bertanya tentang apa yang terjadi dan sekolah memandang bahwa mereka telah cukup dewasa untuk diajak berbicara tentang hal-hal besar dan penting. Semoga kepergian beberapa guru dengan alasan yang berbeda-beda bisa menjadi sebuah pelajaran tentang kehidupan sesungguhnya yang juga bermacam-macam. Memasuki masa remaja menjelang dewasa ini, mereka harus belajar banyak tentang sisi-sisi kehidupan yang tidak selalu indah seperti bayangan masa kanak-kanak. Khusus untuk siswa yang menginginkan jawaban dalam bentuk tulisan karena mereka memulai komunikasi tulis dengan media internet, maka inilah beberapa hal yang seorang ustadah dapat sampaikan:

Dalam setiap kehidupan, ada orang yang datang dan pergi itu adalah biasa. Beberapa orang pergi akan meningalkan kenangan indah bagi kita, beberapa meninggalkan meninggalkan kesan tidak menyanangkan, beberapa meninggalkan bekas yang tidak jelas di hati kita. Ada kalanya rasa sedih dan kehilangan terasa, kadang kala ada rasa kecewa menyertai, ada pula kepergian itu cukup diterima dengan kesabaran dan keikhlasan serta permohonan doa pada Allah agar semoga inilah yang terbaik bagi kita semua.

Dalam setiap kepergian orang-orang dalam kehidupan kita tetap ada makna yang tertinggal di hati dengan segala bentuk peristiwa yang terjadi. Allah menyayangi dan melindungi hamba-hambanya yang beriman. Memang setiap orang punya kelemahan dan kelebihan. Ketika kelebihan-kelebihan kita bisa membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang banyak, itulah karunia. Ketika kelemahan ketika mengganggu diri sendiri dan orang banyak, maka Allah memberikan teguran untuk segera memperbaiki diri. Betapa sayangnya Allah pada kita karena diberikan petunjuk tentang siapa-siapa orang yang perlu bertahan dalam lingkungan kita demi kebaikan dan siapa-siapa yang harus pergi agar mereka melakukan perjalanan ke tampat lain mencari sarang baru demi menjadi seseorang yang lebih baik.

Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Amin…Salam untuk semua siswa SMA Al Hikmah. Ustadah menyayangi kalian..

Aku berlindung kepada Allah dari setiap perkataan yang dapat merugikan saudaraku sesama manusia…Aku berlindung kepada Allah dari segala penyakit hati yang merusak iman dan takwa…Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk…

The Power of Physical Intelligence

Monday, February 12th, 2007

Inilah satu dari dua judul buku yang akhir-akhir ini kubaca dengan sangat serius. Di tengah-tengah kesibukan pergantian semester kemarin, aku sempatkan untuk membaca, biasanya di waktu sebelum tidur dan pagi setelah sahalat shubuh. Sebenarnya aku tidak terlalu menikmati gaya bahasa buku ini (kalau saja aku menikmatinya, mungkin akan selesai dalam beberapa jam saja). Tapi aku sangat terkesan dengan ide di dalam rangkaian tulisan ini. Mungkin juga, seperti kata teman-temanku, aku agak terobsesi pada hal-hal yang berkenaan dengan kesehatan tubuh. Buku yang ditulis oleh Tony Buzan ini menguraikan tentang cara-cara untuk mengeksplor kecerdasan fisik kita. Ada sepuluh cara untuk menjadi orang yang bugar, sehat, dan cerdas.

  1. Mengenal Tubuh

Kita harus mengenal tubuh karena dengan mengenal tubuh, kita dapat bersyukur atas nikmat kesehatan dan kemudian dapat menghargainya dengan sungguh-sungguh. Seseorang yang dapat memahami, mencintai, dan memelihara tubuhnya berarti memiliki kecerdasan fisik. Fisik itu penting karena seluruh bagian tubuh bekerja untuk menghasilkan kekuatan yang kita perlukan dalam beraktivitas. Tubuh kita dapat melawan penyakit yang menyerang, otot dapat melakukan tugasnya, tempurung kepala dapat menahan benturannya, panca indra berfungsi dengan baik, kekuatan tenaga tinggi, penampilan menarik dan menawan, stamina yang tinggi, tubuh dan pikiran yang rileks, perasan bugar, sehat, dan bahagia sepanjang hidup.

  1. Pikiran lebih penting dari tubuh

Kecerdasan Fisik seseorang digerakkan oleh otak, pentingnya berpikir positif. Kekuatan fisik kita lebih tinggi daripada yang dapat kita pikirkan. Dalam buku ini ada banyak cerita kusuksesan seseorang dalam mengelola kekuatan fisik mereka dengan cara mengendalikan cara berpikir yang positif. Sungguh, pola pikir yang positif bisa menimbulkan kekuatan fisik yang luar biasa.

  1. Melakukan latihan membentuk tenaga

Kita harus berolahraga untuk menglangsingkan dan membentuk otot-otot tubuh, meningkatkan tenaga secara menyeluruh, menguatkan tulang-tulang, membuat tulang lebih luwes, meningkatkan kemampuan menarik, mendorong, mengangkat, melindungi agar tidak cedera, menguatkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan rasa percaya diri. Latihan yang dimaksud mirip dengan gerakan-gerakan senam, seperti push up, sit up, memuat leher dan pinggang.

  1. Mengatur pola makan

Menjaga agar makan yang kita makan mengandung gizi seimbang serta terdapat zat-zat yang kita butuhkan seperti vitamin, protein lemak, karbohidrat, mineral dengan tetap mempertimbangkan kalori yang dibutuhkan serta menjauhi kelebihan kolesterol.

  1. Memastikan semua sistem tubuh kita berfungsi mulai dari sistem otot, tulang, saraf, endokrin, peredaran darah, kekebalan, pernapasan, pencernaan, pembuangan, reproduksi. Dengan mengtahui dan memelihara semua fungsi tubuh, kita akan terhindar dari penyakit dan kesehatan akan terjaga.

  2. Membiasakan diri untuk berdiri dengan tegak. Posisi tubuh yang tegak, tenang, seimbang serta anggun. Sikap tegak ini paling bagus secara postif mempengaruhi prestasi capaian fisik dan mental secara keseluruhan.

  3. Menjaga kekebalan tubuh dengan memberikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu dengan melekukan latihan aerobik, tidur serta pengelolaan stres.

  4. Meningkatkan kemampuan fisik, daya tahan, dan stamina dengan latihan aerobik

  5. Mengelola umur manusia, menjadi tua dengan tetap sehat, tegap, penuh tenaga, lentur, produktif, gembira dan kuat.

  6. Menggunakan multiple intelligence untuk meningkatkan kecerdasan fisik.

Setelah membaca buku ini, aku teringat sebuah kuliah di kampus psikologi dulu, namanya : Hubungan Antar Person dengan dosenku yang begitu atraktif Ibu Dewi Retno Suminar. Salah satu diktatnya adalah buku berjudul Person to Person : How To Build Positive Relationship. Meskipun diktat ini begitu tebal dengan teks bahasa Inggris pula, tapi aku sungguh-sungguh membaca dari bab ke bab dengan seksama. Inilah catatan yang kurangkum dari salah satu bab di buku itu kemudian kupajang di organizerku beberapa tahun yang lalu : TIPS TO WELLNESS

  1. Increase Physical Activity (Ayo olahraga di waktu luang)

  2. Improve Your Nutrition (Ayo makan teratur dengan gizi seimbang)

  3. Mantaian A Healthy Body Weight (Tidak boleh terlalu gemuk atau terlalu kurus, sedang-sedang saja)

  4. Get Adequate Sleep (Tidur 6-7 jam sehari. Boleh sesekali begang untuk beberapa kepentingan tapi tidak tiap hari)

  5. Effectively Cope With Stress (Berpikir positif, asertif, manajemen waktu, manajemen pengambilan keputusan, menulis agenda harian, meditasi-relaksasi, dan cari teman sharing).

  6. Eliminate Unhealthy Behaviors and Habits (jangan begadang, merokok, ngemil, dst).

Akhir-akhir ini aku semakin bersemangat untuk memperhatikan kesehatanku, bukan karena aku sakit-sakitan tapi karena padatnya aktivitasku sehingga membutuhkan banyak energi. Aku tidak bisa membayangkan kalau aku jatuh sakit dan harus terbaring beristirahat, aku akan sangat merasa bersalah meninggalkan sedemikan banyak pekerjaan yang artinya aku akan mendhalimi orang banyak karena amanah itu terbengkalai.

Aku mencoba untuk membuat jadwal biologis yang teratur, seperti makan minimal dua kali sehari, tidur cukup, bekerja, dan berolahraga. Aku juga mencoba mengenal tubuhku dengan baik, seperti kapan aku harus berhenti beraktivitas (saat konsentrasiku menurun dan kepalaku mulai berdenyut), kapan sistem pencernaanku tidak beres (sesuai dengan saran ahli kesehatan Oprah Winfrey Show, terdeteksi dari apa yang dikeluarkan seseorang tiap harinya).  Khusus untuk makanan aku usahakan menu seimbang nasi, sayur, dan lauk yang kumasak sendiri, sering-sering minum air putih dan makan buah-buahan, minum jus tomat 1-2 kali seminggu, minum teh hijau 3-4 kali seminggu, minum jamu kunir asam/gula asam 1-2 kali seminggu, jikalau tubut kurang fit minum suplemen vitamin C dan E, bener-benar menghindari cemilan tidak sehat (ini agak sulit kalau sudah kumpul-kumpul sama teman).

Khusus untuk olahraga, inilah sesuatu yang dari dulu agak sulit dilakukan. Aku pernah mencoba lari pagi seminbggu dua kali, berjalan 2 minggu kemudian malas memulai lagi. Akhirnya kuterapkan terapi behavioristik pada diriku sendiri : aku mendaftarkan diri ke sebuah klub senam untuk kelas aerobik 2 kali sepekan. Dengan biaya yang dikeluarkan, aku pasti pikir-pikir kalau mau absen. Sekarang, aku sudah amat menikmati kegiatan senam ini sehingga terasa sebagai sebuah kebutuhan. Bayangkan betapa nikmatnya ada peluh mengalir deras selama dan sesudah, aliran keringat itu sampai membasahi bibir hingga terasa asin, juga menetes ke lantai. Dampaknya luar biasa, sehabis olahraga aku selalu bisa tidur dengan nyenyak dan bangun dengan kesegaran tubuh keesokan harinya, jarang sekali terkena sakit (bahkan seingatku dalam 6 bulan terakhir aku tidak pernah terkena flu). 

Tetapi semua usaha ini kembali pada kehendak Allah, manusia berikhtiar dan Allah-lah yang akan menentukan karunia-Nya. Doa akan menjadi penghujung segala usaha. Allahumma ‘afinii fii badani. Allahumma ‘afinii fii sam’ii. Allahumma ‘afinii fi bashorii. La ilaaha illa anta. Ya allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tiada Tuhan selain Engkau.

Scripta Manent Verba Volent

Saturday, February 3rd, 2007

Judul di atas adalah sebuah kalimat yang diujarkan oleh Filosof Aristoteles berabad-abad yang lalu, artinya : APA YANG TERTULIS TETAP ADA APA YANG TERUCAP MENGUAP. Sungguh aku sangat bersepakat dengan hal itu! Menulis adalah bagian hidupku karena memang begitu pentingnya. Ketika menuliskan sesuatu, aku selalu berangan-angan bahwa diriku yang ada di waktu-waktu masa depan akan merasa berbahagia karena dapat mengenang apa yang terjadi, kemudian belajar sesuatu dari situ, kemudian bangkit suatu niatan untuk berubah, serta bertindak demi menjadi seseorang yang lebih baik. Tulisan akan mengabadikan apa-apa yang kita pikirkan dan rasakan serta menjadi suatu tumpuan kilas balik sebab memori otak kita yang terbatas untuk mengingat segala sesuatu. Maka dari itu, mari bersama-sama MENULIS. Itulah sebuah pencerahan yang aku dapat hari ini dalam sebuah acara bertajuk : Launching Pring Minimagz Forum Lingkar Pena jawa Timur dan Seminar Forever Motivation.

Untuk pencerahan di HARI INI, puji syukur tak terhingga kepada Allah yang memberikan hidayah terbukanya hati dan pikiranku untuk menerima sebuah ilmu dari orang lain, terimakasih kepada rekan-rekan Forum Lingkar Pena Jawa timur yang mempercayai SMA Al Hikmah untuk menjadi tempat penyelenggara, khususnya saudara Ketua FLP Jawa Timur Haykal Hira Habibillah yang mempresentasikan tentang KEKUATAN KATA-KATA seorang penulis akan berdampak luar biasa, juga kepada saudara Iwan Pramana yang telah menyajikan tampilan luar biasa tentang MOTIVASI yang cukup menyentuh hatiku, membuatku bergetar karena aliran airmata yang tak putus-putus saat ada ajakan merenungi keagungan ayat-ayat Allah dan kebesaran kasih sayang Ibu. Terimakasih untuk hari ini. Segala puji hanya untuk Allah yang membuat segalanya terjadi…

Dalam kurun waktu satu bulan ini, memang tidak ada satu tulisan pun di blog ini. Namun sungguh semangatku untuk menulis tidak pernah padam. Aktivitas pekerjaan yang sedemikian padat adalah suatu pilihan yang menjadi prioritas dan ternyata juga bisa menjadi suatu tulisan. Tulisan bertajuk laporan Bimbingan dan Konseling yang ketika proses cetak melalui printer menghabiskan kertas hampir 1 rim. Tulisan itu mengabadikan proses dan hasil kerja dalam waktu satu semester yang telah berlalu. Sekali lagi Scripta Manent Verba Volent. Apa yang tertulis akan tetap ada! Dengan tulisan itu, banyak orang bisa membaca dan mengetahui apa-apa yang telah dilakukan oleh Bimbingan Konseling, sehingga jika suatu saat orang-orang yang sekarang menjalani proses itu tidak ada (entah pergi meninggalkan tempat yang bersangkutan atau bahkan meninggalkan dunia ini) maka tetap ada peluang untuk mengulang proses atau bahkan mengembangkannya. Semoga tulisan itu menjadi sebuah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain dan Allah menerima sebagai amal jariyah. Amin…