Archive for June, 2007

PROFESSEUR

Friday, June 29th, 2007

Setelah membaca tulisan terakhir yang termuat di blog ini, seorang  siswa menyajikan bait-bait indah, katanya dia buat semalaman karena terispirasi tulisan tersebut…Bait-bait ini kemudian dibacakan dihadapan seluruh penghuni sekolah pada acara tutup tahun ajaran 2006-2007….

Professeur

Nous sommes, ici, aujourd’hui

Vouloir dirai un de la phrase

Pour ton trouble, pour ton gentile, pour ton patient

Il n’y a de la phrase plus joilie que pour toi

C’est bon merci, mon prefesseur

Mon prefesseur

Parce que toi, nous pouvons savoir le monde

Parce que toi, nous avons l’education

Mon prefesseur

Le monde sans toi, espirons le monde sans l’eau

Faire rejouis de boire

Mon prefesseur

Le ciel sans toi, espironsla nuit sans l’etoile

Faire ici la vie joilie

Mon prefesseur

L’oiseau sans toi, espirons le pigeon sans le son

Faire mon vie joilie marcher espirons le son

Mon Dieu

Donner ton aimer a ils sont

Mon Dieu

Perdu leurs eau de yeux

Mon Dieu

Faire ils sont vie avec ton aimez

Wah…bagus banget..meskipun gak ngerti artinya, tapi rasanya wow banget karena dibuat dalam bahasa Perancis…Nah kalau mau tahu terjemahannya, kurang lebih begini :

Guruku

Kami, hari ini, di sini

Ingin mengucapkan sepatah kata

Untuk jerih payahmu, untuk kebaikanmu, untuk kesabaranmu

Tiada kata yang lebih indah untukmu

Terimakasih, guruku

Engkaulah pahlawanku

Guruku

Karena engkaulah

Kami mampu menatap dunia

Karena engkaulah

Kami memiliki ilmu

Karena engkaulah

Hidup kami lebih berwarna

Guruku

Dunia tanpamu, bagaikan bumi tanpa air

Yang mampu menyegarkan dahaga

Guruku

Langit tanpamu, bagaikan malam tanpa bintang

Yang menghiasi hidup ini

Guruku

Burung-burung kecil tanpamu, bagaikan merpati tanpa lagu

Yang mengalunkan hidup ini seindah nada-nada

Tuhan

Berikanlah cintamu pada mereka

Tuhan

Hapuslah airmata mereka

Gantikan dengan tawa riang yang menyejukkan kalbu

Tuhan

Warnailah hidup mereka dengan kasihmu

Terimakasih

Guruku

Wah…bagus banget..gimana gak terharu…sungguh tidak akan menyesal menjadi seorang guru, dengan limpahan cinta dan kasih sayang dari anak-anak….

Doa Sang Guru

Monday, June 18th, 2007

Ketika para siswa mengumandangkan doa pagi

Sang guru berdoa semoga hari ini penuh rahmat Allah bagi mereka

Ketika ada kabar seorang siswa yang sakit

Sang guru berdoa semoga dia segera mendapatkan kesembuhan

Ketika beberapa siswa mulai kehilangan konsentrasi,

Sang guru memintanya berwudhu, semoga percikan air memberikan kesegaran untuk berpikir

Ketika  ada siswa mulai kehilangan motivasi belajar

Sang guru berdoa semoga pikirannya dijauhkan dari kebodohan dan jiwanya bangkit dari kemalasan

Ketika ada siswa yang berperilaku begitu manja

Sang guru berdoa semoga dia bisa mandiri tanpa kekurangan kasih sayang

Ketika ada siswa melontarkan kata-kata kotor

Sang guru berdoa semoga dia bisa menjaga lisannya di lain waktu

Ketika ada siswa membanting pintu dengan marah

Sang guru berdoa semoga dia bisa belajar tentang kesabaran

Ketika ada siswa bersikap tidak menghargai sehingga begitu menyakitkan hati

Sang guru berdoa semoga dia mendapat hidayah Allah untuk berubah baik

Ketika ada siswa yang tampak tertekan karena sebuah peristiwa

Sang guru berdoa semoga Allah mengilhamkan kesabaran

Ketika ada siswa menyendiri dengan kesedihannya

Sang guru berdoa semoga rasa duka segera berlalu dari hatinya

Ketika ada siswa duduk terpekur dengan tersedu-sedu

Sang guru mendekat sambil berdoa semoga Allah menjauhkannya dari musibah

Ketika banyak siswa bermain riang gembira di lapangan

Sang guru berdoa semoga kebahagiaan senantiasa meliputi hari-hari mereka

Ketika ada siswa menyerahkan tugasnya dengan bangga

Sang guru berdoa semoga dia memiliki semangat untuk terus berkarya

Ketika ada siswa mencetak sebuah prestasi

Sang guru berdoa semoga Allah mengilhamkan rasa syukur dihatinya

Ketika ada siswa yang sinar matanya dimabuk cinta

Sang guru berdoa semoga cinta terbesarnya tetap untuk Penciptanya

Ketika ada siswa yang begitu istiqomah ibadahnya

Sang guru berdoa semoga dia mendapatkan surga di akhiratnya

Ketika ada siswa menuliskan kalimat ‘Semoga ustadah selalu dirahmati Allah’

Sang guru berdoa semoga dia dirahmati Allah sepanjang hidupnya.

<Surabaya, 15 Juni 2007>

Catatan ini dipersiapkan untuk  pertemuan penutup Bimbingan dan Konseling di kelas X putra SMA Al Hikmah, tak kusangka semua bisa terdiam penuh khikmat ketika kubacakan ini. Hayo ada yang nangis ya? Bagi yang terang-terangan  mengaku sudah menitikkan airmata, tidak perlu malu karena laki-laki juga bisa tersentuh hatinya….

Ilmuwan Masa Depan

Sunday, June 10th, 2007

Tulisan aku dedikasikan bagi siswa-siswi yang sedang berjuang menyelesaikan KARYA ILMIAH sebagai syarat kenaikan kelas XII, khususnya kepada siswa-siswi bimbinganku : Abdul Rahman Hakim dan Nurul Muflichah. Dengan bangga, aku bisa mengatakan bahwa kalian adalah calon ilmuwan-ilmuwan di masa depan. Kalian yang akan menciptakan karya-karya speaktakuler, menemukan solusi-solusi masalah bagi permasalahan masyarakat, dan tentunya ikut membangun bangsa ini.

Berbagai macam judul penelitian tersaji. Yang paling kuhapal tentunya karya anak-anak IPS, misalnya : Fenomena Stres Menghadapi UAN, Pengaruh Pola Asuh Permisif terhadap Kemandirian Remaja, Pengaruh Internet terhadap Prestasi Siswa, Pengaruh Menonton Televisi terhadap Prestas Siswa, Pengaruh Tipe Kepribadian terhdap Tingkat Stres Siswa, Studi Pembeli Hypermarket, Studi Anak Jalanan, Karekter Etnis Tionghoa dalam Bisnis. Apalagi ya? banyak deh…oiya, yang IPA : Pisang untuk Menurunkan Hipertensi, Pemanfaatan Bungkil Jarak sebagai Biogas, Sel Surya sebagai Charger HP, Pengaruh Minuman Isotonik terhadap Kebugaran, Pembuatan Pupuk dari Urin Kambing, Pembuatan Tempe dari Nangka, Pembuatan Nata de Coco dari Air Cucian Beras, Pemanfaatan Getah Pisang untuk Pembekuan Darah Akibat Luka, Pengaruh Nikotin pada Sperma Tikus…Wah..masih banyak lagi…

Karya-karya ilmiah kalian sudah cukup menunjukkan bahwa kalian BISA menunjukkan mentalitas ilmuwan dan intelektualitas yang tinggi. Bagaimana tidak? Aku menyaksikan sendiri bagaimana kalian harus memutar otak serta mencari informasi untuk menemukan sebuah judul penelitian. Setelah itu kalian harus mengobok-obok perpustakaan dan menelusuri dunia maya untuk mencari dasar-dasar teorinya. Masih juga harus memahami konsep-konsep metode penelitian yang rumit. Setelah itu, pengalaman di lapangan yang menguras tenaga. Buat yang jurusan IPA, harus betah berlama-lama di laboratorium, utek-utek barang elektronik, soder-menyoder….Buat yang jurusan IPS, harus berkutat dengan birokrasi di masyarakat untuk menembus ijin penelitian dan berpusing-pusing dengan angket yang jumlahnya ratusan. Kemudian dilanjutkan dengan analisis yang begitu puyeng….bener2 menyita pikiran…serta energi yang cukup besar untuk menuliskan semuanya dengan berjam-jam ngetik laporan di depan komputer….

Bisa kubayangkan bagaimana mengerjakan semua itu DI LUAR WAKTU PEMBELAJARAN, padahal kalian sekolah seharian penuh (full day!). Aku salut ketika mendengar bagaimana kalian mati2an mengatur waktu untuk tetap sekolah, mengerjakan tugas, dan mengerjakan proyek Karya Ilmiah ini..aku dengar sejak ada proyek ini kalian tidur paling cepat jam 11 malam, bangun pagi untuk menyiapkan diri sekolah, kemudian di sekolah sampai maghrib, dan pulang untuk sejenak istirahat kemudian berkutat dengan tugas2 lagi…Aku sampai jadi prihatin ketika mendengar bebrapa siswa jatuh sakit karena kelelahan…yang lebih mengharukan mendengar bahwa dalam kondisi seperti ini shalat kalian tetap istiqomah, yang biasa puasa sunnah masih jalan terus, yang salat malam masih tetap berlanjut…Subhanallah…

Dulu ketika aku mengikuti lomba karya ilmiah ataupun mengerjakan skripsi, kurasakan sebuah perjuangan yang kurasa hebat dan akhirnya kudapati kepuasan ketika semua selesai.  Tetapi menjadi seorang pembimbing karya ilmiah rasanya lebih luar biasa. Sebuah pengalaman berharga kudapati selama menjadi pembimbing. Aku bersyukur mendapat siswa bimbingan yang punya mental luar biasa. Mereka sangat jarang mengeluarkan keluhan ketika mengerjakan karya ilmiah yang secara pikiran memang berat. Dari satu tahap ke tahap lain, mereka kerjakan dengan sabar…Maka dengan segenap ilmu yang kumiliki aku berusaha menyalurkan ilmu tentang penelitian. Kadangkala aku menahan diri juga (ah…yang begini terlalu tinggi bagi siswa SMA) namun ketika melihat respon luar biasa dan semangat yang membara (dan juga tampaknya kapasitas pikiran kalian masih cukup menerima konsep yang rumit ini) maka aku berikan juga teknik-teknik penelitian yang biasa dipakai anak kuliahan. Ada sebuah kepuasan luar biasa dalam proses menjadi pembimbing ini…

Satu hal yang juga menakjubkan, mereka begitu sabar dengan pembimbing yang ‘idealis’ ini. Untuk menyelesaikan bab satu lebih dari satu bulan bimbingan, padahal seminggu sudah ketemu dua kali. Untuk bab 2 lebih lama lagi. Apalagi yang namanya proses bikin angket, sekian belas kali aku revisi alat ukur yang dibuat..dan dengan sabar mereka memperbaiki coretan-coretan yang kubuat di kertas yang telah mereka kerjakan. Mereka juga dengan tekun mengerjakan analisis data berupa ratusan angket dan bergumul dengan angka2 statistik untuk menyusun pembahasan. Bahkan ketika semua proses sudah selesai, ketika itu kujelaskan prinsip-prinsip penelitian yang ideal, kutawarkan untuk merevisi beberapa bagian demi kesempurnaan laporan penelitian, mereka dengan semangat mau merubahnya…luar biasa. Sungguh kebahagiaan yang tak ternilai harganya ketika bisa mendampingi merancang karya terbaik mereka.

Aku bisa meyakinkan bahwa meskipun usianya tidak lebih dari 17 tahun, baru kelas 2 SMA..tapi mereka punya logika berpikir yang bagus, punya mental peneliti yang tangguh, punya sikap penelitian yang bisa dipertanggung jawabkan, dan hasil penelitian mereka layak diakui. Aku yakin beberapa karya (tidak semua tentunya) mungkin levelnya tidak berbeda dengan skripsi para sarjana S1…Sungguh inilah sebuah kebanggaan atas prestasi kalian. Kita semua patut bersyukur bahwa generasi muda ini benar-benar memliki semangat untuk berprestasi…Bangsa ini menunggu karya kalian, menanti perjuangan kalian untuk masa depan yang lebih cerah…Semoga Allah memberikan kekuatan untuk memudahkan perjuangan kalian….

Menghibur Diri Sendiri

Sunday, June 10th, 2007

Pada suatu sore, di depan meja kerja…aku tercenung merenungi kesalahan-kesalahanku hari ini. Entah kenapa, hari ini aku menjadi begitu tidak teliti pada hal-hal kecil yang akhirnya jadi masalah buatku juga orang lain. Aku salah menghitung persentase data untuk bahan rapat, salah menuliskan tanggal ketika rapat, lupa menuliskan waktu ketika membuat undangan untuk wali murid, lupa memikirkan penyebaran surat yang sangat dekat dengan jadwal pelaksanaan. Kupikir..otakku lagi kacau dan perlu ‘dibenahi’…

Aku pikir mungkin aku harus meninggalkan sejenak semua pekerjaan ini agar gelombang otakku lebih normal. Tiba-tiba saja terbersit untuk mencari penghiburan bagi diri sendiri dan pada saat itu yang terpikir adalah arena Festival Seni Surabaya yang sedang berlangsung di Balai pemuda. Akhirnya aku melesat ke ruangan baca koran melihat jadwal pertunjukkan..Ting! Kudapati pertunjukan hari ini akan menampilkan seniman yang aku sukai sejak aku di bangku SMA : SUJIWO TEJO…Maka dengan segera kubereskan ruanganku, pulang ke rumah untuk siap-siap berangkat.

Sesampai di arena FSS masih belum ramai, segera kubeli tiket dan mencari tempat nyaman untuk menunggu. Tidak sampai setengah jam, aku sudah terjepit diantara antrian masuk. Untungnya aku datang lebih awal sehingga aku mengantri di bagian depan, yang akhirnya mengantarku mendapat tempat duduk paling depan, persis di belakang undangan VIP. Tidak sampai 10 meter dari tempat para seniman beraksi…aku bisa melihat dari dekat sebuah pertunjukkan berjudul…

Indonesia, Jo!

Musik pertama berjudul : Presiden Iya Iyo…Liriknya kurang lebih begini : Kalau aku Presiden, aku akan Iya Iyo Iya Iyo…Nama saya Susilo Bambang Sutejo, sebagai preseiden dengan berjanji atas nama Cak Kandar yang gendeng akan menghirup lumpur lapindo sampai habis….Kontan saja semua penonton tertawa…

Musik berikutnya berjudul : Jodoh…Biasanya kita mengartikan jodoh dalam konteks hubungan laki-laki dan perempuan, tapi kali ini Sujiwo Tejo menunjukkan hubungan ‘jodoh’ antara pemimpin dan rakyatnya. Kalau selama ini kita bilang pemimpin korupsi maka mungkin memang jodohnya dapat rakyat korupsi. Mau tahu buktinya? Ada juru parkir yang mengkorupsi tiket parkir, ada pedagang di pasar yang timbangannya menipu pembeli, ada tukang tambal ban yang menyebar paku di jalanan dekat tempatnya menambal ban…Hayo bener kan, pemimpin dan rakyatnya jodoh, sama-sama korupsinya…

Musik berikutnya masih bertema sindiran politis…Sebuah lagu bercerita tentang seorang yang presiden yang melantik menteri-menteri. Para menteri yang dilantik berasalh dari satu tempat, yaitu Kebun Binatang. Menteri Sosialnya adalah Sang gajah karena Gajah punya telinga yang sangat lebar, cukup untuk mendengar keluhan banyak orang. Menteri Risetnya adalah Kelinci, karena menteri ini harus melakukan banyak percobaan sehingga kalau tidak ada bahan, dia sendiri yang jadi kelinci percobaan. Jaksanya adalah ular karena jaksa harus punya urat leher panjang untuk menuntut para penjahat, sedangkan ular sepanjang tubuhnya adalah leher…hahahaha…

Musik berikutnya adalah lagu lama yang sudah diketahui oleh banyak orang : Titi Kala Mangsa…menceritakan bahwa negeri kita yang sering didera oleh bencana karena memang orang-orang di dalamnya penuh angkara murka.. tapi Titi Kala Mangsa…Pada Suatu Ketika…akan ada sebuah masa depan cerah yang akan menyelematkan kita dari segala bencana ini. Dengan apa? Dengan kesungguhan kita memperbaiki diri. Orang yang bersungguh-sungguh akan menjadi orang sungguhan bukan..

Musik berikutnya melengkapi alur keoptimisan kita (setelah lagu-lagu sebelumnya penuh dengan kritik). Judulnya : Undian Harapan. Kita bisa bertahan dalam penderitan yang panjang, kita bisa makan dan minum berhari-hari, asalkan kita masih punya harapan untuk meraih sesuatu yang lebih baik di masa-masa berikutnya..yah…harapan adalah sesuatu yang membuat kita bertahan menghadapi segalanya. Jadi meski bencana datang bertubi-tubi, tetaplah perlihara harapan dalam diri kita.

Ketika Sujiwo Tejo memberikan kalimat penutup, sebagain penonton berteriak-teriak protes minta tambah lagu…Akhirnya ditambahlah sebuah lagu asal ditemenin satu pentonton untuk duet. Lagunya tentu saja, satu lagu romantis yang pasti dihapal para penggemarnya : Anyam-anyaman Nyaman.

Anut runtut tansah reruntungan Munggah mudun gunung anjok samudro Gandeng renteng anjejreng reng rendeng Reroncening kembang Kembang kemanten Mantene wis dandan dadi dewa dewi Dewaning asmoro gya mudhun bumi

Selama pertunjukan berlangsung, penonton tampak menikmati sajian demi sajian. Tepuk tangan riuh hampir selalu mengiringi setiap lagu. Improvisasi para pemusik membuat pertunjukkan itu semakin ‘hidup’. Sujiwo Tejo yang berkali-kali mengundang respon penonton secara langsung, seperti meminta kesediaan Ketua Seniman Surabaya Cak Kandar ikut berpantun, menyindir Slamet Raharjo yang ikut hadir, dan juga meminta penonton menyanyi bersama…Seusai pertunjukkan benar-benar ditutup, hampir semua penonton masih berdiri menikmati sisa-sisa pancaran wajah gembira dari para pemain musik yang ada di panggung, seolah belum rela mengakhiri pentunjukan hari ini…Semua menikmati pertunjukkan ini…Aku menikmati juga…aku pulang dengan hati yang cerah…sukses lah tujuanku menghibur diri sendiri hari ini…

First Flight to Jakarta

Thursday, June 7th, 2007

Setiap perjalanan hampir selalu meninggalkan kesan berharga, tak terkecuali perjalananku kali ini. Untuk pertama kalinya aku bepergian sejauh ini dengan menggunakan transportasi pesawat (tentunya jika perjalanan dalam mimpi tidak dihitung..hehe..). Aku pikir tidak ada perbedaan rasa antara bepergian lewat darat, laut, dan udara…yah pastinya ada sedikit ’perputaran’ dalam kepala yang menyebabkan pusingnya kepala ini, maklum saja setiap perjalanan adalah proses yang melawan rotasi bumi (atau malah bisa sejalan..tau. ah..). Perbedannya hanya pada persepsi tentang jarak akibat kecepatan, bagaimana tidak? Dengan perjalanan ini rasanya rumahku yang ada di Malang (yang jaraknya tidak lebih dari 120 km) terasa lebih jauh daripada Jakarta (yang jaraknya lebih dari 500 km dari Surabaya). Kalau aku pulang ke Malang harus menempuh perjalanan lebih dari 3 jam untuk mengarungi lumpur Lapindo, sedang ke Jakarta hanya butuh waktu tidak lebih dari satu setengah jam.

Pengalaman-pengalaman psikologis menjadi jauh lebih bernilai lebih dari sekedar pengalaman tentang kelelahan fisik. Dalam perjalanan ini kami bertemu dengan orang-orang luar biasa, sekolah-sekolah istimewa, sistem-sistem pendidikan canggih dan mutakhir. Subhanallah, sungguh perjalanan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami datangi sekolah di Serpong, Banten yang bernama Insan Cendekia. Sekolah yang diprakarsai oleh BJ Habibie 10 tahun yang lalu ini telah diakui sebagai sekolah yang berhasil mencetak lulusan-lulusan setiap tahunnya sampai di PTN terbaik di Indonesia dan juga penerima beasiswa kuliah di luar negeri. Selama hampir 2 hari aku belajar langsung dari pakar bimbingan dan konseling yang ada di situ. Sungguh terharu sekali, meskipun belum pernah bertemu kami serasa seperti saudara dan beliau seperti menganggap aku adiknya sendiri. Terimakasih tak terhingga kepada Ibu Rini Kristiani (aku lebih senang jika memanggil Mbak Rini…Nama kita mirip ya…dan kita punya banyak pengalaman yang sama karena sering ditanya orang-orang : kok orang Kristen nyasar di sekolah Islam ya..hehe).

Berikutnya rombongan kami menuju SMAK I BPK Penabur, sebuah sekolah yang akhir-akhir sering muncul di media massa karena prestasinya, terutama di bidang olimpiade sains internasional. Inilah sebuah sekolah yang punya komitmen besar pada proses pembentukan karakter. Prestasi Olimpiade sebenarnya hanyalah sebagian kecil prestasi mereka, prestasi sekolah akan keberhasilan membangun karakter itulah yang lebih berharga, karena dengan karakter lah kita bangun bangsa ini.

Kunjungan berikutnya ke SMA Labschool, yaitu sebuah sekolah yang menjadi binaan Universitas Negeri Jakarta, tempatnya pakar pendidikan Indonesia. Sungguh, di sinilah aku temukan Departemen Bimbingan dan Konseling yang selama ini aku impikan sebagai BK yang ideal. Sementara beberapa BK di sekolah tertentu masih mememegang paradigma lama yaitu BK sebagai polisi sekolah atau sekedar tenaga admistrasi sekolah. BK di temaptku lumayan lah…Selama ini fungsi BK yang telah aku laksanakan adalah sebagai desainer program bagi terlaksananya tugas perkembangan, BK sebagai pusat data sekolah, BK sebagai pusat pelatihan siswa..Nah baru kutemukan sebuah prototipe sebuah BK sebagai pusat RISET, ya di Labschool ini…satu bidang yang sangat aku sukai, dan selama ini hanya kubayangkan saja ketika memandangi tumpukan data di gudang sekolah. Ternyata kutemukan orang-orang berpengalaman yang sudah melakukan dan mengembangkannya. Secara khusus, terimakasih kepada Ibu Puri Handayani yang telah berbagi ilmunya…

Perjalanan ini mengingatkan pula bahwa kita masih kecil. Dalam beberapa kondisi Al Hikmah boleh bangga dengan keberhasilan yang ada, tetapi dengan perjalanan ini banyak hal yang menjadi perenungan bahwa yang sudah kita lakukan bukanlah apa-apa jika dibandingkan kerja keras saudara-saudara yang kita temui di Jakarta. Kita perlu berkaca, perlu belajar banyak hal untuk mengejar ketetertinggalan kita dalam beberapa hal. Satu hal lagi, orang-orang luar biasa ini punya persamaan yaitu : mereka punya komitmen yang tinggi akan mutu (atau bisa dibilang orang2 yang idealis begitu), mereka adalah pekerja keras, mereka adalah yang punya manajemen waktu dan disiplin tinggi, mereka punya nilai-nilai moral yang sungguh dipegang teguh…..wah itulah kunci kesuksesan dan keberhasilan mereka.

Perjalanan ini juga menyadarkan betapa memudahkan orang lain akan membawa banyak barokah. Al Hikmah sangat sering di datangi tamu, mungkin saja apa-apa yang sudah kami bagikan pada tamu yang ada dibalas oleh Allah berupa kemudahan perjalanan ini. Kami benar-benar di’jamu’ dengan baik oleh semua tuan rumah yang kami datangi. Semoga Allah membalas kebaikan-kebaikan mereka…