Hukum-hukum Allah
Saturday, September 15th, 2007"Apakah manusia bisa memprediksi sesuatu dengan detil dengan ilmu pengetahuannya? Misalnya, ketika kita melihat sebuah pohon, apakah kita bisa tahu kapan daun nomor 467 akan jatuh dari tangkainya?" Pertanyaan ini muncul dalam sebuah kajian yang aku ikuti beberapa waktu yang lalu. Sebuah kajian yang sangat indah tentang Ilmu dan Ibadah dalam Islam oleh Ustad Abdullah Shahab.
Pertanyaan itu jawabannya BISA! Jika kita bisa menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh sebuah batu untuk yang dijatuhkan dari atas pohon dengan ketinggian tertentu sampai di permukaan tanah, maka kita juga bisa menghitung kapan sehelai daun jatuh dari tangkainya. Untuk menghitung batu, mungkin hanya satu hukum yang kita gunakan : rumus gravitasi. Nah kalau daun jatuh? tentu saja lebih kompleks…ya hukum gravitasi, konsep tentang penuaan daun, kemungkinan kecepatan angin di sekitar pohon, kemungkinan daun itu dipetik oleh tangan manusia, dst…Sekian banyak kemungkinan itu bisa dihitung…
Yang namanya gravitasi adalah hukum Allah, penuaan daun adalah hukum Allah juga, angin yang berhembus adalah hukum Allah juga, yang jelas ketika ada daun yang jatuh, maka itu dalam rangka memenuhi hukum Allah. Tak ada sehelai daun pun yang jatuh kecuali itu untuk memenuhi hukum Allah…Tak ada angin yang berhembus melainkan untuk memenuhi hukum Allah.
Apakah manusia bisa memahami hukum Allah? BISA dan Allah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi manusia untuk menyibak misteri hukum-hukum Allah, meskipun yang akhirnya diketahui manusia hanyalah sedikit saja.
Hukum Allah ini tentu saja tidak hanya berlaku untuk sesuatu yang bersifat fisik, tetapi hal-hal terkait dalam dunia sosial. Seorang anak manusia yang mempertahankan diri untuk hidup adalah hukum Allah. Sebuah perasaan terjadi dengan rumus : witing tresno jalaran saka kulino adalah hukum Allah juga..Sekali lagi itu semua adalah hukum Allah…Maha Besar Allah…