Nasionalisme Insidentil

August 16th, 2007 by anichristina

Tulisan ini dibuat atas sedikit diskusi dengan seorang rekan guru, yang kebetulan mengajar Pendidikan Kewarganegaraan, dan kebetulan juga mendapat amanah untuk mengkoordinir Peringatan HUT RI ke-62. Semoga ada hikmah untuk kita semua…

Pagi ini aku mengikuti upacara 17 Agustus di sekolah. Sebuah ritual yang mengingatkan bahwa bangsa ini sudah merdeka selama 62 tahun. Dan aku merasa terharu melihat semangat para siswaku dalam mempersiapkan upacara hari ini. Di sekolah-sekolah lain mungkin sudah biasa, tapi baru akhir-akhir ini sekolah kami menyelenggarakan format upacara bendera yang lengkap. Aku melihat ketegapan langkah 12 orang pasukan pengibar bendera, aku menyaksikan tim paduan suara yang bernyanyi dengan lantang, aku mendengar lantunan pembacaan UUD 45 dan Naskah Proklamasi yang begitu tegas…bener merinding. Belum lagi amanat pembina upacara yang melengkapi perenungan tentang arti kemerdekaan. Yah…kita mesti mengobarkan semangat cinta tanah air agar mendorong bangsa ini segera bangkit. Negara-negara lain yang hampir bersamaan memperoleh kemerdekaan seperti India, Malaysia, Vietnam sudah menjadi negara-negara yang punya nama sementara bangsa kita masih disibukkan dengan masalah. Dengan semangat cinta tanah air ini, harusnya kita segera bangkit..mengejar ketertinggalan kita…

Seperti juga ditempat-tempat lain, beberapa hari sebelum ini seluruh komponen mesyarakat mempersiapkan perayaan kemerdekan. Area tempat tinggalku sendiri dihias dengan sangat mewah dengah dana yang tentunya tidak sedikit. Sejak dua minggu lalu, event-event lomba-lomba khas 17 Agustus-an mulai diadakan di kampung-kampung, di sekolah-sekolah, di kantor-kantor. Secara hampir merata rasanya aku melihat semangat nasionalisme di mana-mana. Dalam momen Perngatan HUT RI ini rasanya semua orang Indonesia bisa menunjukkan bahwa mereka cinta pada Indonesia dan bangga menjadi warga Indonesia. Namun sampai kapankah nuansa ini seperti akan bertahan? 2 minggu, 1 atau 2 bulan….

Ketika menilik kembali permasalahan bangsa yang masih kita hadapi, aku masih mempertanyakan dimanakah kontribusi semangat cinta tanah air itu untuk sedikit mendorong adanya jalan keluar bagi masalah-masalah tersebut. Dimana rasa cinta cinta air itu ketika korupsi masih meraja lela, bukan hanya dikantor-kantor pemerintah (dengan cara memanipulasi proyek dana untuk rakyat), tapi juga di pengadilan (prosesi susp menyuap untuk memenangkan kasus), sekolah (dengan korupsi waktu para guru atau korupsi nilai para siswa), dan juga di kalangan swasta (dengan sogok mengogok untuk mendapatkan tender), terjadi dibawah meja dan juga di atas meja, tidak hanya oleh orang-orang ‘gedongan’ tapi juga oleh orang-orang ‘kecil’ seperti tukang jual buah (yang memodifikasi timbangannya) atau tukang tambal ban (yang menyebar paku di jalanan). Dimana rasa cinta tanah air itu ketika semangat untuk mempersiapkan masa depan generasi penerus belum tampak hasilnya, terbukti dengan rendahnya kualitas SDM Indonesi (inget indeks SDM Indonesia?), juga carut marutnya pendidikan Indonesia. Aku jadi teringat seduah pendapat dari rekan guru yang lain : sulit bicara nasionalisme atau cinta tanah air dengan orang-orang yang masih memikirkan urusan perut saja.

Apakah semangat nasionalisme itu memang hanya perlu muncul ketika kita memperingati 17 Agustus-an, insidentil saja? Tidak bukan… Seandainya semangat nasionalisme itu tidak hanya membara semasa perayaan 17 Agustus-an tetapi menjadi sebuah semangat yang berkobar sepanjang tahun dan menjadi ruh untuk berjuang membawa negeri ini menjadi lebih baik. Seandainya semangat nasionalisme itu menjadi sesuatu yang timbul dalam keseharian kita, ketika kita belajar, menutut ilmu atau ketika bekerja. Maka mungkin semangat kita untuk memperbaiki bangsa Indonesia akan lebih kuat.

Apakah rasa cinta tanah air hanya cukup diungkapkan dengan memeriahkan hari lahirnya? Dengan analogi yang sama apakah jika kita mencintai seseorang, orangtua, anak, pasangan, atau sahabat, cukupkah mengungkapkan dengan uacapan selamat dan menyelenggarakan perayaan ultahnya setiap satu tahun sekali. Cinta tidak cukup dengan itu, tapi perlu ditunjukkan dengan sikap dan komitmen serta dibuktikan perbuatan-perbuatan.  Jika kita mencintai tanah air kita, mari kita tunjukkan dengan sikap dan komitmen untuk membawa perubahan bagi bangsa agar menjadi lebih baik, mari kita tunjukkan dengan perbuatan-perbuatan…dengan usaha kita memperbaiki diri sendiri dan setidaknya mengajak orang-orang di sekitar kita untuk bersama-sama membangun bangsa dengan caranya masing-masing. Yang masih pelajar, mari kita motivasi untuk menuntut ilmu demi masa depannya, mari kita ajari berperilaku baik, jujur, dan berkarakter agar bisa jadi pemimpin di masa depan. Yang bekerja, mari kita bekerja dengan baik, semangat, jujur, dengan bidangnya masing-masing berusaha menjadi yang terbaik agar bisa bermanfaat bagi sesama..

Di balik semua itu, mari kita hayati bahwa segala bentuk rasa cinta pada tanah air ini kita niatkan sebagai bentuk syukur kita kepada Allah, yang atas karunia dan rahmat-Nya mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemedekaan (persis seperti bunyi Pembukaan UUD 1945). Mari kita syukuri dengan mengucap segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dengan komitmen diri kita untuk mengsisi kemerdekaan, dan usaha-usaha kita untuk turut berpartisipasi menjadi bagian dari bangsa yang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. 

PROFESSEUR

June 29th, 2007 by anichristina

Setelah membaca tulisan terakhir yang termuat di blog ini, seorang  siswa menyajikan bait-bait indah, katanya dia buat semalaman karena terispirasi tulisan tersebut…Bait-bait ini kemudian dibacakan dihadapan seluruh penghuni sekolah pada acara tutup tahun ajaran 2006-2007….

Professeur

Nous sommes, ici, aujourd’hui

Vouloir dirai un de la phrase

Pour ton trouble, pour ton gentile, pour ton patient

Il n’y a de la phrase plus joilie que pour toi

C’est bon merci, mon prefesseur

Mon prefesseur

Parce que toi, nous pouvons savoir le monde

Parce que toi, nous avons l’education

Mon prefesseur

Le monde sans toi, espirons le monde sans l’eau

Faire rejouis de boire

Mon prefesseur

Le ciel sans toi, espironsla nuit sans l’etoile

Faire ici la vie joilie

Mon prefesseur

L’oiseau sans toi, espirons le pigeon sans le son

Faire mon vie joilie marcher espirons le son

Mon Dieu

Donner ton aimer a ils sont

Mon Dieu

Perdu leurs eau de yeux

Mon Dieu

Faire ils sont vie avec ton aimez

Wah…bagus banget..meskipun gak ngerti artinya, tapi rasanya wow banget karena dibuat dalam bahasa Perancis…Nah kalau mau tahu terjemahannya, kurang lebih begini :

Guruku

Kami, hari ini, di sini

Ingin mengucapkan sepatah kata

Untuk jerih payahmu, untuk kebaikanmu, untuk kesabaranmu

Tiada kata yang lebih indah untukmu

Terimakasih, guruku

Engkaulah pahlawanku

Guruku

Karena engkaulah

Kami mampu menatap dunia

Karena engkaulah

Kami memiliki ilmu

Karena engkaulah

Hidup kami lebih berwarna

Guruku

Dunia tanpamu, bagaikan bumi tanpa air

Yang mampu menyegarkan dahaga

Guruku

Langit tanpamu, bagaikan malam tanpa bintang

Yang menghiasi hidup ini

Guruku

Burung-burung kecil tanpamu, bagaikan merpati tanpa lagu

Yang mengalunkan hidup ini seindah nada-nada

Tuhan

Berikanlah cintamu pada mereka

Tuhan

Hapuslah airmata mereka

Gantikan dengan tawa riang yang menyejukkan kalbu

Tuhan

Warnailah hidup mereka dengan kasihmu

Terimakasih

Guruku

Wah…bagus banget..gimana gak terharu…sungguh tidak akan menyesal menjadi seorang guru, dengan limpahan cinta dan kasih sayang dari anak-anak….

Doa Sang Guru

June 18th, 2007 by anichristina

Ketika para siswa mengumandangkan doa pagi

Sang guru berdoa semoga hari ini penuh rahmat Allah bagi mereka

Ketika ada kabar seorang siswa yang sakit

Sang guru berdoa semoga dia segera mendapatkan kesembuhan

Ketika beberapa siswa mulai kehilangan konsentrasi,

Sang guru memintanya berwudhu, semoga percikan air memberikan kesegaran untuk berpikir

Ketika  ada siswa mulai kehilangan motivasi belajar

Sang guru berdoa semoga pikirannya dijauhkan dari kebodohan dan jiwanya bangkit dari kemalasan

Ketika ada siswa yang berperilaku begitu manja

Sang guru berdoa semoga dia bisa mandiri tanpa kekurangan kasih sayang

Ketika ada siswa melontarkan kata-kata kotor

Sang guru berdoa semoga dia bisa menjaga lisannya di lain waktu

Ketika ada siswa membanting pintu dengan marah

Sang guru berdoa semoga dia bisa belajar tentang kesabaran

Ketika ada siswa bersikap tidak menghargai sehingga begitu menyakitkan hati

Sang guru berdoa semoga dia mendapat hidayah Allah untuk berubah baik

Ketika ada siswa yang tampak tertekan karena sebuah peristiwa

Sang guru berdoa semoga Allah mengilhamkan kesabaran

Ketika ada siswa menyendiri dengan kesedihannya

Sang guru berdoa semoga rasa duka segera berlalu dari hatinya

Ketika ada siswa duduk terpekur dengan tersedu-sedu

Sang guru mendekat sambil berdoa semoga Allah menjauhkannya dari musibah

Ketika banyak siswa bermain riang gembira di lapangan

Sang guru berdoa semoga kebahagiaan senantiasa meliputi hari-hari mereka

Ketika ada siswa menyerahkan tugasnya dengan bangga

Sang guru berdoa semoga dia memiliki semangat untuk terus berkarya

Ketika ada siswa mencetak sebuah prestasi

Sang guru berdoa semoga Allah mengilhamkan rasa syukur dihatinya

Ketika ada siswa yang sinar matanya dimabuk cinta

Sang guru berdoa semoga cinta terbesarnya tetap untuk Penciptanya

Ketika ada siswa yang begitu istiqomah ibadahnya

Sang guru berdoa semoga dia mendapatkan surga di akhiratnya

Ketika ada siswa menuliskan kalimat ‘Semoga ustadah selalu dirahmati Allah’

Sang guru berdoa semoga dia dirahmati Allah sepanjang hidupnya.

<Surabaya, 15 Juni 2007>

Catatan ini dipersiapkan untuk  pertemuan penutup Bimbingan dan Konseling di kelas X putra SMA Al Hikmah, tak kusangka semua bisa terdiam penuh khikmat ketika kubacakan ini. Hayo ada yang nangis ya? Bagi yang terang-terangan  mengaku sudah menitikkan airmata, tidak perlu malu karena laki-laki juga bisa tersentuh hatinya….

Ilmuwan Masa Depan

June 10th, 2007 by anichristina

Tulisan aku dedikasikan bagi siswa-siswi yang sedang berjuang menyelesaikan KARYA ILMIAH sebagai syarat kenaikan kelas XII, khususnya kepada siswa-siswi bimbinganku : Abdul Rahman Hakim dan Nurul Muflichah. Dengan bangga, aku bisa mengatakan bahwa kalian adalah calon ilmuwan-ilmuwan di masa depan. Kalian yang akan menciptakan karya-karya speaktakuler, menemukan solusi-solusi masalah bagi permasalahan masyarakat, dan tentunya ikut membangun bangsa ini.

Berbagai macam judul penelitian tersaji. Yang paling kuhapal tentunya karya anak-anak IPS, misalnya : Fenomena Stres Menghadapi UAN, Pengaruh Pola Asuh Permisif terhadap Kemandirian Remaja, Pengaruh Internet terhadap Prestasi Siswa, Pengaruh Menonton Televisi terhadap Prestas Siswa, Pengaruh Tipe Kepribadian terhdap Tingkat Stres Siswa, Studi Pembeli Hypermarket, Studi Anak Jalanan, Karekter Etnis Tionghoa dalam Bisnis. Apalagi ya? banyak deh…oiya, yang IPA : Pisang untuk Menurunkan Hipertensi, Pemanfaatan Bungkil Jarak sebagai Biogas, Sel Surya sebagai Charger HP, Pengaruh Minuman Isotonik terhadap Kebugaran, Pembuatan Pupuk dari Urin Kambing, Pembuatan Tempe dari Nangka, Pembuatan Nata de Coco dari Air Cucian Beras, Pemanfaatan Getah Pisang untuk Pembekuan Darah Akibat Luka, Pengaruh Nikotin pada Sperma Tikus…Wah..masih banyak lagi…

Karya-karya ilmiah kalian sudah cukup menunjukkan bahwa kalian BISA menunjukkan mentalitas ilmuwan dan intelektualitas yang tinggi. Bagaimana tidak? Aku menyaksikan sendiri bagaimana kalian harus memutar otak serta mencari informasi untuk menemukan sebuah judul penelitian. Setelah itu kalian harus mengobok-obok perpustakaan dan menelusuri dunia maya untuk mencari dasar-dasar teorinya. Masih juga harus memahami konsep-konsep metode penelitian yang rumit. Setelah itu, pengalaman di lapangan yang menguras tenaga. Buat yang jurusan IPA, harus betah berlama-lama di laboratorium, utek-utek barang elektronik, soder-menyoder….Buat yang jurusan IPS, harus berkutat dengan birokrasi di masyarakat untuk menembus ijin penelitian dan berpusing-pusing dengan angket yang jumlahnya ratusan. Kemudian dilanjutkan dengan analisis yang begitu puyeng….bener2 menyita pikiran…serta energi yang cukup besar untuk menuliskan semuanya dengan berjam-jam ngetik laporan di depan komputer….

Bisa kubayangkan bagaimana mengerjakan semua itu DI LUAR WAKTU PEMBELAJARAN, padahal kalian sekolah seharian penuh (full day!). Aku salut ketika mendengar bagaimana kalian mati2an mengatur waktu untuk tetap sekolah, mengerjakan tugas, dan mengerjakan proyek Karya Ilmiah ini..aku dengar sejak ada proyek ini kalian tidur paling cepat jam 11 malam, bangun pagi untuk menyiapkan diri sekolah, kemudian di sekolah sampai maghrib, dan pulang untuk sejenak istirahat kemudian berkutat dengan tugas2 lagi…Aku sampai jadi prihatin ketika mendengar bebrapa siswa jatuh sakit karena kelelahan…yang lebih mengharukan mendengar bahwa dalam kondisi seperti ini shalat kalian tetap istiqomah, yang biasa puasa sunnah masih jalan terus, yang salat malam masih tetap berlanjut…Subhanallah…

Dulu ketika aku mengikuti lomba karya ilmiah ataupun mengerjakan skripsi, kurasakan sebuah perjuangan yang kurasa hebat dan akhirnya kudapati kepuasan ketika semua selesai.  Tetapi menjadi seorang pembimbing karya ilmiah rasanya lebih luar biasa. Sebuah pengalaman berharga kudapati selama menjadi pembimbing. Aku bersyukur mendapat siswa bimbingan yang punya mental luar biasa. Mereka sangat jarang mengeluarkan keluhan ketika mengerjakan karya ilmiah yang secara pikiran memang berat. Dari satu tahap ke tahap lain, mereka kerjakan dengan sabar…Maka dengan segenap ilmu yang kumiliki aku berusaha menyalurkan ilmu tentang penelitian. Kadangkala aku menahan diri juga (ah…yang begini terlalu tinggi bagi siswa SMA) namun ketika melihat respon luar biasa dan semangat yang membara (dan juga tampaknya kapasitas pikiran kalian masih cukup menerima konsep yang rumit ini) maka aku berikan juga teknik-teknik penelitian yang biasa dipakai anak kuliahan. Ada sebuah kepuasan luar biasa dalam proses menjadi pembimbing ini…

Satu hal yang juga menakjubkan, mereka begitu sabar dengan pembimbing yang ‘idealis’ ini. Untuk menyelesaikan bab satu lebih dari satu bulan bimbingan, padahal seminggu sudah ketemu dua kali. Untuk bab 2 lebih lama lagi. Apalagi yang namanya proses bikin angket, sekian belas kali aku revisi alat ukur yang dibuat..dan dengan sabar mereka memperbaiki coretan-coretan yang kubuat di kertas yang telah mereka kerjakan. Mereka juga dengan tekun mengerjakan analisis data berupa ratusan angket dan bergumul dengan angka2 statistik untuk menyusun pembahasan. Bahkan ketika semua proses sudah selesai, ketika itu kujelaskan prinsip-prinsip penelitian yang ideal, kutawarkan untuk merevisi beberapa bagian demi kesempurnaan laporan penelitian, mereka dengan semangat mau merubahnya…luar biasa. Sungguh kebahagiaan yang tak ternilai harganya ketika bisa mendampingi merancang karya terbaik mereka.

Aku bisa meyakinkan bahwa meskipun usianya tidak lebih dari 17 tahun, baru kelas 2 SMA..tapi mereka punya logika berpikir yang bagus, punya mental peneliti yang tangguh, punya sikap penelitian yang bisa dipertanggung jawabkan, dan hasil penelitian mereka layak diakui. Aku yakin beberapa karya (tidak semua tentunya) mungkin levelnya tidak berbeda dengan skripsi para sarjana S1…Sungguh inilah sebuah kebanggaan atas prestasi kalian. Kita semua patut bersyukur bahwa generasi muda ini benar-benar memliki semangat untuk berprestasi…Bangsa ini menunggu karya kalian, menanti perjuangan kalian untuk masa depan yang lebih cerah…Semoga Allah memberikan kekuatan untuk memudahkan perjuangan kalian….

Menghibur Diri Sendiri

June 10th, 2007 by anichristina

Pada suatu sore, di depan meja kerja…aku tercenung merenungi kesalahan-kesalahanku hari ini. Entah kenapa, hari ini aku menjadi begitu tidak teliti pada hal-hal kecil yang akhirnya jadi masalah buatku juga orang lain. Aku salah menghitung persentase data untuk bahan rapat, salah menuliskan tanggal ketika rapat, lupa menuliskan waktu ketika membuat undangan untuk wali murid, lupa memikirkan penyebaran surat yang sangat dekat dengan jadwal pelaksanaan. Kupikir..otakku lagi kacau dan perlu ‘dibenahi’…

Aku pikir mungkin aku harus meninggalkan sejenak semua pekerjaan ini agar gelombang otakku lebih normal. Tiba-tiba saja terbersit untuk mencari penghiburan bagi diri sendiri dan pada saat itu yang terpikir adalah arena Festival Seni Surabaya yang sedang berlangsung di Balai pemuda. Akhirnya aku melesat ke ruangan baca koran melihat jadwal pertunjukkan..Ting! Kudapati pertunjukan hari ini akan menampilkan seniman yang aku sukai sejak aku di bangku SMA : SUJIWO TEJO…Maka dengan segera kubereskan ruanganku, pulang ke rumah untuk siap-siap berangkat.

Sesampai di arena FSS masih belum ramai, segera kubeli tiket dan mencari tempat nyaman untuk menunggu. Tidak sampai setengah jam, aku sudah terjepit diantara antrian masuk. Untungnya aku datang lebih awal sehingga aku mengantri di bagian depan, yang akhirnya mengantarku mendapat tempat duduk paling depan, persis di belakang undangan VIP. Tidak sampai 10 meter dari tempat para seniman beraksi…aku bisa melihat dari dekat sebuah pertunjukkan berjudul…

Indonesia, Jo!

Musik pertama berjudul : Presiden Iya Iyo…Liriknya kurang lebih begini : Kalau aku Presiden, aku akan Iya Iyo Iya Iyo…Nama saya Susilo Bambang Sutejo, sebagai preseiden dengan berjanji atas nama Cak Kandar yang gendeng akan menghirup lumpur lapindo sampai habis….Kontan saja semua penonton tertawa…

Musik berikutnya berjudul : Jodoh…Biasanya kita mengartikan jodoh dalam konteks hubungan laki-laki dan perempuan, tapi kali ini Sujiwo Tejo menunjukkan hubungan ‘jodoh’ antara pemimpin dan rakyatnya. Kalau selama ini kita bilang pemimpin korupsi maka mungkin memang jodohnya dapat rakyat korupsi. Mau tahu buktinya? Ada juru parkir yang mengkorupsi tiket parkir, ada pedagang di pasar yang timbangannya menipu pembeli, ada tukang tambal ban yang menyebar paku di jalanan dekat tempatnya menambal ban…Hayo bener kan, pemimpin dan rakyatnya jodoh, sama-sama korupsinya…

Musik berikutnya masih bertema sindiran politis…Sebuah lagu bercerita tentang seorang yang presiden yang melantik menteri-menteri. Para menteri yang dilantik berasalh dari satu tempat, yaitu Kebun Binatang. Menteri Sosialnya adalah Sang gajah karena Gajah punya telinga yang sangat lebar, cukup untuk mendengar keluhan banyak orang. Menteri Risetnya adalah Kelinci, karena menteri ini harus melakukan banyak percobaan sehingga kalau tidak ada bahan, dia sendiri yang jadi kelinci percobaan. Jaksanya adalah ular karena jaksa harus punya urat leher panjang untuk menuntut para penjahat, sedangkan ular sepanjang tubuhnya adalah leher…hahahaha…

Musik berikutnya adalah lagu lama yang sudah diketahui oleh banyak orang : Titi Kala Mangsa…menceritakan bahwa negeri kita yang sering didera oleh bencana karena memang orang-orang di dalamnya penuh angkara murka.. tapi Titi Kala Mangsa…Pada Suatu Ketika…akan ada sebuah masa depan cerah yang akan menyelematkan kita dari segala bencana ini. Dengan apa? Dengan kesungguhan kita memperbaiki diri. Orang yang bersungguh-sungguh akan menjadi orang sungguhan bukan..

Musik berikutnya melengkapi alur keoptimisan kita (setelah lagu-lagu sebelumnya penuh dengan kritik). Judulnya : Undian Harapan. Kita bisa bertahan dalam penderitan yang panjang, kita bisa makan dan minum berhari-hari, asalkan kita masih punya harapan untuk meraih sesuatu yang lebih baik di masa-masa berikutnya..yah…harapan adalah sesuatu yang membuat kita bertahan menghadapi segalanya. Jadi meski bencana datang bertubi-tubi, tetaplah perlihara harapan dalam diri kita.

Ketika Sujiwo Tejo memberikan kalimat penutup, sebagain penonton berteriak-teriak protes minta tambah lagu…Akhirnya ditambahlah sebuah lagu asal ditemenin satu pentonton untuk duet. Lagunya tentu saja, satu lagu romantis yang pasti dihapal para penggemarnya : Anyam-anyaman Nyaman.

Anut runtut tansah reruntungan Munggah mudun gunung anjok samudro Gandeng renteng anjejreng reng rendeng Reroncening kembang Kembang kemanten Mantene wis dandan dadi dewa dewi Dewaning asmoro gya mudhun bumi

Selama pertunjukan berlangsung, penonton tampak menikmati sajian demi sajian. Tepuk tangan riuh hampir selalu mengiringi setiap lagu. Improvisasi para pemusik membuat pertunjukkan itu semakin ‘hidup’. Sujiwo Tejo yang berkali-kali mengundang respon penonton secara langsung, seperti meminta kesediaan Ketua Seniman Surabaya Cak Kandar ikut berpantun, menyindir Slamet Raharjo yang ikut hadir, dan juga meminta penonton menyanyi bersama…Seusai pertunjukkan benar-benar ditutup, hampir semua penonton masih berdiri menikmati sisa-sisa pancaran wajah gembira dari para pemain musik yang ada di panggung, seolah belum rela mengakhiri pentunjukan hari ini…Semua menikmati pertunjukkan ini…Aku menikmati juga…aku pulang dengan hati yang cerah…sukses lah tujuanku menghibur diri sendiri hari ini…

First Flight to Jakarta

June 7th, 2007 by anichristina

Setiap perjalanan hampir selalu meninggalkan kesan berharga, tak terkecuali perjalananku kali ini. Untuk pertama kalinya aku bepergian sejauh ini dengan menggunakan transportasi pesawat (tentunya jika perjalanan dalam mimpi tidak dihitung..hehe..). Aku pikir tidak ada perbedaan rasa antara bepergian lewat darat, laut, dan udara…yah pastinya ada sedikit ’perputaran’ dalam kepala yang menyebabkan pusingnya kepala ini, maklum saja setiap perjalanan adalah proses yang melawan rotasi bumi (atau malah bisa sejalan..tau. ah..). Perbedannya hanya pada persepsi tentang jarak akibat kecepatan, bagaimana tidak? Dengan perjalanan ini rasanya rumahku yang ada di Malang (yang jaraknya tidak lebih dari 120 km) terasa lebih jauh daripada Jakarta (yang jaraknya lebih dari 500 km dari Surabaya). Kalau aku pulang ke Malang harus menempuh perjalanan lebih dari 3 jam untuk mengarungi lumpur Lapindo, sedang ke Jakarta hanya butuh waktu tidak lebih dari satu setengah jam.

Pengalaman-pengalaman psikologis menjadi jauh lebih bernilai lebih dari sekedar pengalaman tentang kelelahan fisik. Dalam perjalanan ini kami bertemu dengan orang-orang luar biasa, sekolah-sekolah istimewa, sistem-sistem pendidikan canggih dan mutakhir. Subhanallah, sungguh perjalanan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami datangi sekolah di Serpong, Banten yang bernama Insan Cendekia. Sekolah yang diprakarsai oleh BJ Habibie 10 tahun yang lalu ini telah diakui sebagai sekolah yang berhasil mencetak lulusan-lulusan setiap tahunnya sampai di PTN terbaik di Indonesia dan juga penerima beasiswa kuliah di luar negeri. Selama hampir 2 hari aku belajar langsung dari pakar bimbingan dan konseling yang ada di situ. Sungguh terharu sekali, meskipun belum pernah bertemu kami serasa seperti saudara dan beliau seperti menganggap aku adiknya sendiri. Terimakasih tak terhingga kepada Ibu Rini Kristiani (aku lebih senang jika memanggil Mbak Rini…Nama kita mirip ya…dan kita punya banyak pengalaman yang sama karena sering ditanya orang-orang : kok orang Kristen nyasar di sekolah Islam ya..hehe).

Berikutnya rombongan kami menuju SMAK I BPK Penabur, sebuah sekolah yang akhir-akhir sering muncul di media massa karena prestasinya, terutama di bidang olimpiade sains internasional. Inilah sebuah sekolah yang punya komitmen besar pada proses pembentukan karakter. Prestasi Olimpiade sebenarnya hanyalah sebagian kecil prestasi mereka, prestasi sekolah akan keberhasilan membangun karakter itulah yang lebih berharga, karena dengan karakter lah kita bangun bangsa ini.

Kunjungan berikutnya ke SMA Labschool, yaitu sebuah sekolah yang menjadi binaan Universitas Negeri Jakarta, tempatnya pakar pendidikan Indonesia. Sungguh, di sinilah aku temukan Departemen Bimbingan dan Konseling yang selama ini aku impikan sebagai BK yang ideal. Sementara beberapa BK di sekolah tertentu masih mememegang paradigma lama yaitu BK sebagai polisi sekolah atau sekedar tenaga admistrasi sekolah. BK di temaptku lumayan lah…Selama ini fungsi BK yang telah aku laksanakan adalah sebagai desainer program bagi terlaksananya tugas perkembangan, BK sebagai pusat data sekolah, BK sebagai pusat pelatihan siswa..Nah baru kutemukan sebuah prototipe sebuah BK sebagai pusat RISET, ya di Labschool ini…satu bidang yang sangat aku sukai, dan selama ini hanya kubayangkan saja ketika memandangi tumpukan data di gudang sekolah. Ternyata kutemukan orang-orang berpengalaman yang sudah melakukan dan mengembangkannya. Secara khusus, terimakasih kepada Ibu Puri Handayani yang telah berbagi ilmunya…

Perjalanan ini mengingatkan pula bahwa kita masih kecil. Dalam beberapa kondisi Al Hikmah boleh bangga dengan keberhasilan yang ada, tetapi dengan perjalanan ini banyak hal yang menjadi perenungan bahwa yang sudah kita lakukan bukanlah apa-apa jika dibandingkan kerja keras saudara-saudara yang kita temui di Jakarta. Kita perlu berkaca, perlu belajar banyak hal untuk mengejar ketetertinggalan kita dalam beberapa hal. Satu hal lagi, orang-orang luar biasa ini punya persamaan yaitu : mereka punya komitmen yang tinggi akan mutu (atau bisa dibilang orang2 yang idealis begitu), mereka adalah pekerja keras, mereka adalah yang punya manajemen waktu dan disiplin tinggi, mereka punya nilai-nilai moral yang sungguh dipegang teguh…..wah itulah kunci kesuksesan dan keberhasilan mereka.

Perjalanan ini juga menyadarkan betapa memudahkan orang lain akan membawa banyak barokah. Al Hikmah sangat sering di datangi tamu, mungkin saja apa-apa yang sudah kami bagikan pada tamu yang ada dibalas oleh Allah berupa kemudahan perjalanan ini. Kami benar-benar di’jamu’ dengan baik oleh semua tuan rumah yang kami datangi. Semoga Allah membalas kebaikan-kebaikan mereka…

7 Coretan Langit

May 11th, 2007 by anichristina

Siang hari ini, bada dhuhur, ada sebuah kegiatan bedah buku di sekolah kami. Setiap hari jumat siang, ada plot waktu bagi seluruh guru untuk berkumpul, kadangkala rapat, kadangkala ada pembinaan dari pimpinan sekolah, dan khusus siang hari ini acaranya adalah bedah buku…Komentar seru dari bapak kepala sekolah ketika keluar dari ruangan ini adalah : saya tidak mengira akan terjadi ‘pertumpahan darah’ di arena bedah buku ini…

Memang benar-benar terjadi ‘pertumpahan darah’, yaitu diskusi ilmiah yang sangat seru akibat topik kontroversial yang disampaikan oleh sang pembicara. Teman saya, Ahmad Muzakky membedah buku karangan Umar Hasan Saputra berjudul : Menterjemahkan Alam Raya. Dalam buku ini dijelaskan bahwa ada 7 partikel penting (apa ya, aku luap?!) yang ada di langit ini, oleh karena itu presenter memilih judul 7 goresan langit..

Perdebatan seru ini terjadi karena 3 pokok bahasan, yaitu : (1) Bagaimana kita bisa membunuh virus (yang menjadi perantara banyak sekali penyakit, termasuk HIV & SARS) dengan menggunakan garam. (2) Bagaimana kita dapat mengubah karbohidrat menjadi protein. (3) Bagaimana mengubah materi menjadi energi dan sebaliknya energi menjadi materi. Untuk pokok bahasan 1 & 2, pada dasarnya banyak yang percaya bahkan beberapa teman dari kelompom guru IPA memperkuat dengan argumen jurnal2 ilmiah yang pernah mereka baca. Perdebatan paling seru ada di pokok bahasan nomor 3 karena begitu abstraknya konsep tersebut sebab contoh dari abstraksi tersebut tidak bisa diterima semua yang hadir. Ada yang menyebutkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah adalah bentuk perubahan materi menjadi energi (Rasul yang mrp materi diubah jadi engeri yaitu cahaya, kemudian sampai di Arsy menjadi materi lagi), ada yang menyatakan bahwa peristiwa Pemuda Alhabul Kahfi, bahwa mereka merasa setengah hari ternyata telah berlangsung 309 tahun (pemampatan waktu ini jjuga merupakan contoh perubahan materi-engergi), ada yang mengungkapkan fenomena santet (mengirim benda seperti paku atau racun ke dalam tubuh orang) meskipun ada yang bilang itu ada peran makhkluk halus. Aku juga menanyakan tentang penemuan Masaru Emoto tentang perubahan molekul air ketika diberikan musik atau doa, menurut presenter itu bisa jadi contoh perubahan materi dan energi. Dan panjang lagi…ada yang setuju, dan ada yang tidak…

Bayangan bahwa jika teori ini benar, mungkin suatu saat kita bisa pergi dari surabaya ke jakarta hanya dalam hitungan detik, dengan mengubah (materi) tubuhku menjadi sebuah energi yang bergerak secepat cahaya kemudian ketika sampai di jakarta menjadi materi lagi…Wah aku bisa sering2 pulang ke malang dong….

Di akhir acara ini, kami semua menyadari betapa besar kekuasaan Allah, betapa luas ilmu Allah, betapa kecil dan kerdilnya kita sebagai hamba…Semoga suasana belajar seperti ini makin mendekatkan kita semua kepada-Nya…Amin…

Diet menurut Golongan Darah

May 5th, 2007 by anichristina

Beberapa hari yang lalu, aku jalan-jalan ke Royal Plaza, sekarang tempat ini adalah mall terdekat dari tempat aku tinggal. Sudah lama dibuka tapi aku tidak pernah berminat tapi karena ajakan teman akhirnya penasaran juga, kayak apa sih dalamnya…Ternyata sama juga seperti mall pada umumnya. Pas masuk Gramedia, ada pajangan buku-buku di bagian paling depan dengan judul : Diet menurut Golongan Darah. Aku baca sepintas..dan kusadari ini adalah sesuatu yang baru buatku bahwa ternyata makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan menimbulkan reaksi yang berbeda (jika golongan darahnya berbeda. Buatku makanan tertentu befungi sebagai nutri atau obat, tapi makanan yang sama mungkin berfungsi sebagai racun pada orang goloangan darah lain. Maka aku beli saja 1 buku sesuai golongan darahku : A (ada 4 seri buku untuk 4 jenis golongan darah).

Di sekolah, akhirnya aku promosikan gagasan (yang menurut aku) baru ini, ternyata memang sebagian besar orang juga baru tahu. Mereka pada bertanya tentang golongan darah masing-masing. Lha aku nggak bisa jawab dong..akhirnya aku cari saja di internet…inilah sedikit ringkasannya :

Tipe darah O, yang disebut sebagai pemburu, memiliki ciri khas:
- Sistem kekebalannya berlebihan.
- Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat, seperti daging, buah, ikan, sayuran.
- Tidak cocok bila berdiet dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.
- Respon yang baik atas stres bisa ditanggapi dengan aktivitas fisik.
- Memiliki risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan kerusakan organ seperti arthritis bila makanan yang diasup tidak sesuai.

Tipe darah A berciri khas:
- Jalur pencernaan cukup sensitif.
- Dianjurkan menjadi vegetarian atau makan tinggi karbohidrat dan rendah lemak.
- Stres biasanya bisa diatasi lewat meditasi.
- Sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat tipe O.

Tipe Darah B berciri khas:
- Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi dari semua tipe darah termasuk di dalamnya daging.
- Tipe darah ini sangat cocok dengan asupan produk susu.
- Dianjurkan juga menjalani latihan gerak seperti renang dan jalan kaki.
- Bila makanan yang diasup tidak sesuai dengan tipe ini, diduga risiko terkena virus yang bisa menyerang sistem saraf sangat tinggi.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
- Bila seseorang bertipe ini stres, akan sangat cocok bila diatasi dengan melakukan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas.
- Tipe darah ini adalah tipe yang paling seimbang.

Tipe Darah AB berciri khas:
- Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.
- Sistem kekebalan tubuh sangatlah toleran.
- Respon yang paling baik terhadap stres biasanya dengan melakukan kegiatan spiritual dibarengi dengan aktivitas fisik dan kreativitas.
- Masih dalam tahap evolusi.
- Paling mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan bentuk diet.
- Bentuk gabungan dari tipe A dan B.

(sumber : www.gizi.net)

Ingat…melakukan diet tidak selalu identik dengan penurunan berat badan lho…yang penting kita punya berat badan seimbang, memiliki asupan nutrisi yang cukup, terhindar dari penyakit, serta merasa bugar dan sehat…

Creativity Intelligence

May 4th, 2007 by anichristina

Actually, I prepared this essay for a counselling session, special for my student named Fachri Munif Lahdji. I planned to have a discussion with him about his creativity. Hopefully, he can get something for thim counselling session…

Creativity : The Psychology of New Ideas

Creativity is a central source of meaning in our lives for several reasons. First, most of things that are interesting and important are the results of creativity. What makes us different (our language, values, artistic, expression, and technology) is the result of individual ingenuity that was recognized, rewarded, and transmitted through learning. Without creativity, it would be difficult to distinguish humans from apes. Second, creativity is so fascinating that we are involved in it, we feel that we are living more fully than during the rest of life. The excitement of the artist at the stage or the scientist in laboratory close to the ideal fulfillment we all hope to get from life.

Where is the creativity? Creativity is some sort of mental activity, an insight that occurs inside the heads of some special people. There are three different phenomenon of creativity. First, Creativity refers to person who express unusual thought, who interesting and stimulating, or appear to be unusually bright. Second, the term creativity is to refer to people who experience the world in novel and original ways. They are individual whose perceptions are fresh, whose judgments are insightful, who make important discoveries. The last, creativity is a term designates individual who have changed our culture in some important respect. These people, for example, Leonardo Da Vinci and Albert Einstein, are creative because their achievements are by definition public.

Creativity is related to certain personality. To be creative, a person has to internalize the system that makes creativity possible. Creative individuals are remarkable for their ability to adapt to almost situation and to do with whatever is to reach their goals. A person who has ability like this should have a complex personality. There are some characteristic to describe the personality. Creative individuals have a great deal of physical energy but they also often quiet and at rest. These people tend to be smart, yet also naive at the same time. They have a combination of playfulness and discipline, or responsibility and irresponsibility. They alternate between imagination and fantasy at one end, and rooted sense of reality at the other. Creative people seem to have opposite tendencies on the continuum between extrovert and introvert. It means that they cam express both traits at the same time. They are also remarkable humble and proud at the same time. Creative people have tendency to be an androgyny, those who have masculine and feminine characteristic. It is a kind of ability to be at the same time aggressive and nurturant, sensitive and rigid, dominant and submissive. They can interact with the world richer and varied opportunities. Creative people are thought to be rebellious and independent. For the first time, creative people should know the ordinary situation and conform to its rules. After that, they should extend from ordinary thing to new idea with breaking the rules or be a rebellious person.

Ketika Cinta Bertasbih

April 8th, 2007 by anichristina

“Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak mau kehilangan cinta-Nya. Aku mendamba hidup bersamamu, tapi aku lebih mendamba hidup bersama ridha-Nya”. Inilah serangkaian kalimat yang aku petik dari novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih bagian 1. Kalimat yang begitu menyesakkan dada sebab mengingatkan diriku pada masa lalu namun sungguh menjadi inspirasi untuk melangkah ke masa depan. Kalimat hampir serupa pernah tertoreh di agenda harianku kurang lebih satu tahun yang lalu, “Ya Allah, aku memang takut kehilangan dia, tapi aku lebih takut kehilangan ridha-Mu…Ya Allah kumohon berilah aku petunjuk-Mu”. Kalimat ini kutuliskan setelah selesai membaca novel Ayat-ayat Cinta dengan penulis yang sama.

Membaca buku hampir selalu meninggalkan kesan, terutama buku-buku yang memang berkualitas. Proses ketika membaca bisa merangsang proses berpikir serta melibatkan emosi. Khusus untuk buku Ketika Cinta Bertasbih yang barusan kubeli, langsung tanpa menunda begitu lama telah selesai kubaca dalam 7 jam saja dengan penuh rasa haru dan takjub, serta diselingi senyuman, gelak tawa, dan uraian air mata. Makna yang terkandung terasa begitu dalam, dan untuk itulah aku tuliskan di sini.

Kesan pertama, mungkin karena aku yang begitu melankolis, novel ini menyajikan kisah cinta yang begitu romantis. Sisi diri manusia yang memiliki fitrah rasa cinta dan kasih sayang terhadap sesama tersaji dalam tiap bagian cerita. Ada kisah seorang kakak yang begitu mencintai adik-adiknya, ada cinta seorang pemuda pada seorang gadis yang terpendam, ada kisah dua orang sejoli yang saling mencintai namun tak pernah tersambungkan. Cinta didefinisikan sebagai seuatu perasaan yang sangat indah, namun kadangkala dapat menjerumuskan ketika nafsu mulai mendominasi.

Kesan kedua, novel ini menyajikan sisi religiusitas Islam yang kental. Serangkaian kejadian dalam novel itu seringkali dimaknai dengan menggunakan ayat-ayat Al Quran, hadist, shirah nabawiyah, atau sejarah tokoh-tokoh Islam. Berbagai macam peristiwa dalam novel dirangkai dengan ulasan tentang kebesaran Allah. Seperti yang disampaikan Prof. Laode M Kamaluddin dalam pengantar bahwa tokoh-tokoh yang dalam novel ini seolah-olah adalah orang memiliki perilaku ‘suci’.  Di tengah-tengah jaman ‘edan’ yang sedang kita jalani, dimana keburukan telah menjadi sesuatu yang tidak aneh (misalnya; pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, kemaksiatan adalah sesuatu yang biasa kita dapati di berbagai media massa, menjadi santapan informasi harian kita), penulis buku ini menghadirkan tokoh-tokoh yang perilakunya dekat dengan nabi atau orang suci. Perilaku seperti istiqomah, sabar, ikhlas, tawadhu, kepasrahan kepada Allah menghiasi akhlak orang-orang yang menjadi tokoh novel ini. Keberadaan tokoh-tokoh imajiner (atau nyata ya? hanya penulisnya yang tahu) begitu mengagumkan sehingga bisa menyentuh hati, menimbulkan inspirasi dan bahkan mungkin memotivasi kita untuk berusaha memperbaiki diri.

Kesan ketiga, novel ini menyoroti dunia kewirausahaan dengan segala sisinya, berbeda dengan novel Ayat-ayat Cinta yang banyak menyoroti dunia keilmuan. Penulis menggambarkan dengan sangat detil bagaimana kehidupan seorang wirausahawan, mulai dari kerja kerasnya, suka dukanya, tips suksesnya, dan juga rintangan-rintangannya. Ketika mengamati tokoh Azzam dalam novel ini, aku jadi ingat salah seorang temanku yang juga sedang giat mengelola wirausaha, namanya Dimas Rahmat Pamungkas. Ketika teman-teman seprofesi (anak-anak psikologi maksudnya) berlomba-lomba mencari pekerjaan bagus di perusahaan-perusahaan bonafit, dia memilih menempuh jalur wirausaha dengan berbagai lika-likunya. (Bre, kalau kamu baca novel ini, insya Allah semakin termotivasi untuk berwirausaha dan juga bersemangat mencari ‘pengisi hatimu’). Bukankah memang dunia wirausaha adalah area yang sangat menjanjikan saat ini, tentunya dengan taktik dan strategi yang jitu bukan dengan modal dengkul dan ecek-ecek. Tahu nggak, SPP di SMA Al Hikmah yang katanya sangat mahal itu ternyata mampu dibayar oleh orang-orang yang berprofesi (lebih dari 50% jumlah walimurid) sebagai pengusaha atau wirausaha atau wiraswasta…

Menurutku (yang lain boleh beda lho), tidak banyak buku-buku menakjubkan yang ditulis oleh sastrawan Indonesia. Buku ini aku kategorikan sebagai salah satu dari sedikit yang bisa menakjubkan. Aku sangat merekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang belum membaca. Mengutip (semacam) prolog dalam buku ini : Membaca karya Kang Abik (penggilan akrab penulis) adalah membaca ketulusan dan cinta ‘yang apa adanya’…kala merajut kata demi kata, maka apapun yang ditulisnya, sebiasa apapun tulisan itu, menjadi indah, menarik, berbobot, menyentuh hati, memotivasi, hidup, sampai ke hati pembacanya. Sungguh, inilah sebuah buku dan penulis yang dalam definisiku sukses melakukan dakwah dengan pena. Penulis dengan karya seperti inilah yang bisa membawa inspirasi bagi umat Islam untuk menuju kebaikan. Semoga rahmat Allah tercurah kepada penulis buku ini agar bisa terus berkarya bagi umat. Semoga lahir pula penulis-penulis lain yang memiliki semangat yang sama.. Amin…